Belajar Mengkonfigurasi RAID level 1 on Fujitsu RX300S6 Server

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengkonfigurasi RAID level 1 pada Fujitsu RX300S6 server, terima kasih saya ucapkan kepada kang Onay dan bang Marcos yang telah memberikan ilmu dan hand on lab kepada saya, langsung saja kita mulai he3 :

Gambar Fujitsu RX300S6 Server adalah seperti berikut :

Spesifikasi datasheet server tersebut dapat dilihat disini

Pada kali ini kasus nya adalah sebagai berikut, pada server tersebut terdapat HDD sebanyak 4 buah,2 buah HDD masing-masing sebesar 232 G dan sisanya masing-masing sebesar 931 G, customer merequest konfigurasi 2 buah RAID 1, RAID 1 pertama (232G) untuk OS dan RAID 1 kedua (931G) untuk penyimpanan data.

Secara dasar konsep RAID 1 adalah mirroring, HD yang dibutukkan minimal adalah 2 buah dengan ukuran yang sama (rekomendasi speksifikasi serupa!!).
Ilustrasi yang lebih baik dan keuntungan serta kerugian dapat merujuk disini

nah untuk konfigurasi RAID 1 pada server ini adalah sebagai berikut :

[1].Pada saat proses boot tekan <Ctrl><H>, lalu server akan menampilkan window WebBIOS. Klik Start untuk mulai.


[2].Lihat Pysical View, pastikan Hardisk dikenali oleh WebBIOS.


-Slot:0 HDD sebesar 931 G
-Slot:1 HDD sebesar 232 G
-Slot:4 HDD sebesar 931 G
-Slot:5 HDD sebesar 232 G

Klik Configuration Wizard untuk mulai membuat konfigurasi RAID.

[3].Pilih New Configuration, lalu klik Next


[4].Pilih Yes


[5].Pilih Manual Configuration, lalu klik Next


[6].Pilih (tekan Ctrl dan klik) HDD SATA 232.375GB yang ada di slot 1 dan 5.


Lalu klik Add to Array.Pastikan di kolom Drive Groups kedua HDD tersebut ada,lalu klik Accept DG.
[7].Pilih (tekan Ctrl dan klik) HDD SATA 931 GB yang ada di slot 0 dan 4.


Lalu klik Add to Array.Pastikan di kolom Drive Groups kedua HDD tersebut ada,lalu klik Accept DG.
[8].Klik Next untuk melanjutkan

note: sebenarnya ada beberapa sekenario untuk kasus ini dalam scope konfigurasi RAID 1 mengapa bukan slot 0 dan slot 1, slot 4 dan slot 5 atau semuanya slot 0,1,4,5 dalam RAID 1? penjelasan ringkasnya seperti ini, jika kita pake slot 0 (931G) dan slot 1 (232G) yang akan dipergunakan adalah jumlah kapasitas terkecil yaitu sebesar 232G jadi slot 0 (931G) akan terbaca sebesar 232G, rugi bukan !!! kita hilang kapasitas HDD sebesar 699G T_T. nah kalau slot 0,1,4,5 dijadikan RAID 1, tetap jumlah kapasitas HDD yang terbaca adalah 232G, sungguh terlalu he3…pemborosan terjadi disini!!!

[9].Pilih DriveGroup0 lalu klik Add to Span.Lalu next (pastikan pada kolom span Drive Group yang tadi
kita pilih muncul)


[10].Pastikan bahwa : RAID yang dipilih adalah RAID1 dan Size yang tertulis 232.375 GB, lalu klik Accept.


[11].Klik Yes


[12].Pilih Drive Group1, lalu klik Add to SPAN.Lalu next (pastikan pada kolom span Drive Group yang tadi kita pilih muncul)


[13].Pastikan bahwa : RAID yang dipilih adalah RAID1 dan Size yang tertulis 931 GB, lalu klik Accept.


[14].Klik Yes


[15].Klik next


[16].Klik Accept dan Yes untuk menyimpan konfigurasi RAID yang sudah dibuat.


[17].Setelah RAID diconfigure, perlu dilakukan inisialiasi untuk menjaga konsistensi data. Klik Yes.


[18].Tunggu hingga proses inisialisasi selesai dan status VD0 dan VD1 menunjukkan Optimal, lalu klik Home.


[19].Setelah semuanya selesai, klik Exit (yes) dan tekan tombol <Ctrl><Alt><Del> untuk merestart server.



ok selesai sudah, sekian pengalaman dari saya and CMIIW….

http://iwing.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: